Laman

Sabtu, Januari 07, 2012

Mengapa Penyakit TBC susah disembuhkan?




Penyakit TBC (Tuberculose) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosa. Infeksi bakteri ini menular melalui percikan dahak yang mengandung bakteri. Sebagian besar orang yang terpapar TB tetep sehat (asimptomatis) sedangkan sebaggian kecil menjadi TB aktif. Penyakit ini terutama menyerang paru-paru walaupun bisa menyerang jaringan tubuh lainya seperti kulit, tulang dan saluran reproduksi.



Sebenarnya TBC dapat diobati dengan tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu 90 %. Walaupun sudah tersedia obat yang efektif namun terdapat banyak kendala yang menyebabkan pengobatan gagal. Apa penyebab kesulitan pengobatan tersebut? Berikut laporannya...

Karakter bakteri Mycobacterium tuberculose
Bakteri hidup di dalam sel (interseluler) dan mempunyai dinding sel yang unik berupa mantel pelindung lipid (waxy coat) yang menyebabkannya tahan terhadap degradasi enzimatik oleh makrofag. Lapisan pelindung ini juga menyebabkan tahannya bakteri terhadap kerja antibiotik. Di dalam sel setelah difagosit, bakteri meghambat fusi fagosom dengan lisosom sehingga mencegah degradasi bakteri oleh enzim lisosom. Bakteri ini juga menghambat apoptosis makrofag sehingga tidak dapat difagositosis dan dipresentasikan agar dikenali sistem imun.

Pengobatan dalam jangka panjang
Pengobatan TB memakan waktu 6 sampai 12 bulan dan bahkan lebih panjang dari itu. Regimen pengobatan berupa kombinasi obat. Bayangkan betapa hal yang sulit untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat secara rutin. Apalagi obatnya tentu saja tidak manis dan menimbulkan efek samping yang tidak nyaman pada tubuh.

Efek samping pengobatan
Setiap jenis obat dalam regimen pengobatan TB mempunyai efek samping masing-masing. Ada yang menyebabkan mual, gangguan hati, gangguan saraf dan lainnya.

Multidrug Resistent (MDR-TB)
Bakteri TB yang resisten terhadap satu lebih dari satu macam obat menjadikannya sulit diberantas dan menjadi masalah terbesar kegagalan pengobatan. Padahal semakin banyak jenis obat yang dikonsumsi semakin banyak sefek sampingnya. Resistensi ini bisa timbul karena ketidakteraturan minum obat, sehingga bakteri sempat "belajar" cara menyelamatkan diri dari mekanisme kerja obat.



Penelitian mengenai Mycobacterium tuberculosis sangat sulit dilakukan. Bakteri ini tumbuh sangat lambat (membelah sekitar 24 jam) dan membentuk koloni dalam waktu 1 bulan. Karena sangat menular dan berbahaya, hanya laboratorium dengan tingkat keamanan memadai yang bisa melakukan penelitian mengenai bakteri ini.

link: sumber 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar