Laman

Selasa, November 22, 2011

Mengapa Telapak Tangan Berkeringat?

"Tangan berkeringat = gangguan jantung" adalah pernyataan yang sering didengar dan menimbulkan kekhawatiran bagi si pemilik tangan berkeringat. Memang benar salah satu tanda penyakit jantung adalah kulit yang lembab dan basah kadang-kadang terasa dingin. Namun, ternyata banyak sekali hal lain selain gangguan jantung yang memberikan tanda tangan basah oleh keringat. Ketika berolahraga, ketika deg-degan, ketika ujian tentu saja tangan juga basah..

1. Mengapa tangan bisa mengeluarkan keringat?
Tentu saja karena ada kelenjar keringat di telapak tangan yaitu kelenjar sudorifera. Jadi tangan memang selalu mengeluarkan keringat cuma sedikit atau banyak dan langsung menguap atau terkumpul menjadi titik2 air yang membuat tangan tampak basah.

2. Apa manfaat tangan berkeringat?
Pada kondisi normal memang keringat sangat dibutuhkan. Pengeluaran keringat adalah salah satu mekanisme pengaturan suhu tubuh. Misalnya ketika berolahraga atau demam, maka tubuh akan berkeringat agar energi panas tubuh segera dihantarkan ke lingkungan melalui efek penguapan keringat (evaporasi). Keringat juga membantu "membersihkan" permukaan kulit dari bakteri (seperti kulit yang dibasuh air).

3. Apa yang mengatur produksi kelenjar keringat?
Kelenjar keringat dipengaruhi oleh stimulasi simpatis, yaitu sistem saraf yang aktif ketika tubuh merasa terancam atau dalam kondisi tekanan. So saat ujian (ketika sesorang cemas) maka produksi kelenjar keringat akan meningkat sehingga tangan tampak basah.



4. Apakah yang disebut keseimbangan produksi dan penguapan?
Penampakan keringat ditelapak tangan juga dipengaruhi keseimbangan produksi dan kecepatan penguapan. Bila suhu tubuh tinggi, suhu permukaan telapak tangan tinggi, so keringat yang diproduksi cepet menguap, jadi tangan tetep kelihatan kering. Kalau ingin membuktikan, coba saja kepalkan tangan 5 menit lalu lihatlah segera, apakah ada titik2 keringat di telapak tangan?

5. Mengapa orang cemas atau stress tangan tampak basah?
Selain karena peningkatan produksi pada seseorang yang saraf simpatisnya terstimulasi akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) termasuk di daerah telapak tangan. Hal ini menyebabkan aliran darah ke tangan berkurang, tangan menjadi dingin dan efeknya adalah tingkat evaporasi menurun. So produksi naik, penguapan kurang, tangan jadi basah.

6. Lalu, kalau orang dengan gangguan jantung tangannya kok bisa basah?
Tidak semua gangguan jantung menunjukan gejala tangan berkeringat. Gangguan jantung berupa lemah atau gagal jantung yang memberikan tanda itu. Penyakit ini adalah kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah keseluruh tubuh secara cukup sesuai kebutuhan jaringan. Ketidakmampuan ini merangsang saraf simpatis yang akhirnya membuat pembuluh darah menyempit (suhu tangan turun) dan produksi keringat naik. Ya kejadiannya seperti ketika tubuh dalam kondisi kecemasan/stress. Bedanya kalau stress/kecemasan awalnya bukan dari ketidakmampuan jantung.

7. Apakah ada faktor-faktor lainnya?
Banyak sekali faktor lain yang berpengaruh. Secara medis keringat berlebih disebut hyperhidrosis dan dapat disebabkan oleh berpuluh penyakit atau kondisi terterntu. Selain karena kondisi stress, cemas dan lemah jantung kondisi hipertiroid dan diabetes juga bisa sebagai penyebab. Pada hipertiroid terjadi peningkatan kadar hormon tiroksin, tingginya hormon tiroksin meningkatkan sensitifitas reseptor simpatis pembuluh darah, jantung dan organ lain termasuk kelenjar keringat di telapak tangan. Karena terlalu sensitif, produksi banyak penguapan kurang. Kondisi lain seperti nyeri yang sangat dan tiba-tiba (karena serangan jantung, nyeri lambung dan nyeri-nyeri lainya) bisa juga menyebabkan telapak tangan berkeringat, jalurnya sama yaitu stimulasi saraf simpatis.



http://health.howstuffworks.com/skin-care/problems/medical/hyperhidrosis2.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar