Laman

Senin, April 18, 2011

Jenuh dengan Facebook, Akhirnya...

Segala sesuatu memang seperti pisau bermata dua. Pisau bisa untuk memotong durian, tapi isinya dilempar kekepala orang. Atau untuk mengiris bayam, tapi selanjutnya membuat sup ayam. (hehe apa yang salah ya :). Maksudnya saya mau memberi perumpamaan respon kita terhadap demam penyedia layanan "social network" seperti facebook dan twitter. Apakah memang kita mendapat manfaat atasnya? Atau hanya membuang-buang waktu saja?

Terus terang facebook memang seru awalnya. Update status, upload foto, kirim komentar, nanyain kabar dsb. Tapi sekarang saya mulai jenuh update status atau sekedar melongok status temen. Kebanyakan monoton, hanya berisi hal-hal gak penting. Bosen...:(

Dan saya merasa bukan sedang membuat sup ayam, tapi sedang melempar kepala sendiri dengan isi durian... (lho??)


Jumat, April 15, 2011

Mengertiku mengertikanmu


Kepak sayap itu bukanlah barisan pedang,
tapi hembusan anginnya mampu melukai hati
Riak itu bukanlah di sungai raksa,
tapi butiran uapnya mampu meleburkan rasa

Lama waktu membeku, tanpa usaha memecah sembilu
Semakin dingin dan gelap, bagai bunga es di dalam frezer saat mati lampu...

Ah...
Salahkah bila aku mengharap dinda, memandangku tanpa prasangka?
Hati ini bukanlah batu, yang harus dilebur dulu sebelum bertunas
Rasa ini bukanlah hembusan, yang tak teraba dan mudah terlupa...

Salahkah aku bila mengharap dinda, menyediakan ruang untuk bicara?
Batu dan pasir adalah sama, tapi mengisi relung yang berbeda
Hembusan dan topan adalah sama, tapi mengusap raga, dengan cara yang berbeda

Cobalah mengertikanku, yang mencoba mengertikanmu...

Kamis, April 14, 2011

Mencoba memahami film Hanung secara subjektif, sepihak dan dangkal...:D


Film, apapun isinya, merupakan wahana indah dan populer dalam menebarkan sesuatu yang baik (atau buruk). Sesuatu itu bisa konsep dalam tahap pemikiran atau dalam ranah tindakan. Hanung Bramantyo adalah seorang sutradara yang gemar akan film religi seperti "Ayat-ayat cinta", "Perempuan Berkalung Sorban", "Sang Pencerah dan yang terbaru adalah "?". Hanung pasti tahu dan belajar, agama merupakan topik sensitif. Masing-masing orang mungkin punya kadar pemahaman yang berbeda dalam bidang agama karena punya otak masing-masing. Pemahaman siapakah yang kita anut? Hanung akan sangat berpahala bila dia menebarkan konsep pemahaman Islam yang benar. Tapi bila salah, tentu saja akan sangat berdosa. Saya yakin Hanung telah berkonsultasi dengan ulama-ulama mengenai hal ini untuk berusaha mempunyai pemahaman yang benar. Tetapi mengapa ulama itu bukan yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia, yang beranggotakan ulama yang telah mempelajari al-Quran dan Hadist bertahun-tahun. Atau dia membiarkan kemungkinan kontroversi ini terjadi hanya karena "Biar film saya jadi laris" Aduh maafkan prasangka buruk saya ini karena saya mencermati selalu ada kontroversi dengan MUI dalam film Hanung sebelumnya. Kali ini, lagi-lagi Hanung memilih teguh pendirian terhadap pemahamannya dan memilih tidak mengantisipasi kemungkinan kontroversi ini. Mengapa? Meneketehe. Saya bukan Hanung :D

Rabu, Maret 30, 2011

Pertolongan Pertama pada Radang Tenggorokan




Radang tenggorok merupakan salah satu penyakit yang luar biasa biasa terjadi. Radang atau inflamasi di tenggorokan secara medis disebut Faringitis atau Laringitis. Kalau amandel atau tonsil juga sudah meradang disebut pula Tonsilitis. Kalau semua-muanya terkena ya Tonsilofaringolaringitis. Komplit dah...

Gejala awal pradangan atau inflamasi secara umum adalah kemerahan (rubor), panas (kalor), nyeri (dolor), pembengkakan (tumor) dan gangguan fungsi (fungsiolesa). Tergantung dimana tempat terjadi peradangan. Kalau di tenggorokan bisa nyeri menelan, kemerahan, rasa ngganjel atau susah menelan, serak atau batuk-batuk. Kalau merasakan hal ini terjadi kemungkinan tenggorok terjadi radang.



Penyebab radang tenggorok bisa bermacam-macam. Bisa karena iritasi makanan yang iritan misalnya emping, gorengan yang minyaknya ndak bagus dsb lalu berlanjut ke infeksi. Bisa juga karna memang dari awal ada infeksi virus atau bakteri. Seringkali awalnya pilek dulu, lendir dari hidung yang bervirus atau bakteri mengalir ke tenggorok. Kalau sistem pertahanan tenggorok kalah akhirnya jadi radang tenggorok.


Pertolongan pertama pada prinsipnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan membunuh virus atau bakteri. Bagaimana caranya?

1. Meningkatkan Perisai Diri
Tubuh punya pasukan yang mencegah penyakit. Pasukan ini bagus atau tidak kerjanya juga tergantung kondisi tubuh. Daya tahan tubuh bisa turun kalau kurang makanan bergizi, kecapekan plus kurang istirahat. Untuk itu kalau sudah merasa-rasa ada yang tidak beres dengan tenggorok maka makanlah lebih bergizi dan beristirahatlah lebih banyak. Biarkan tubuh maksimal menghalau penyakit yang menyerang. (Ingin tahu sistem pertahanan tubuh lebih detail? klik disini dan klik yang ini)



2. Membunuhi Sang Penyerang
Bantulah tubuh dengan membunuh bakteri dan virus di tenggorok. Sepanjang radang masih lokal, yang dibutuhkan hanyalah pembunuh lokal saja. Misalnya dengan berkumur-kumur dengan mouthwash yang mengandung anti septik 3 kali sehari atau terutama sebelum dan sesudah tidur. Mengapa? Karena saat tiduran kita jarang menelan ludah yang juga mengandung anti bakteri. Alhasil virus atau bakteri tumbuh lebih leluasa saat itu. So kadang tenggorok malah makin sakit setelah posisi tiduran.


Atau kalau mau lebih tradisional, dapat juga berkumur dengan air rebusan daun sirih yang juga mengandung antiseptik.


http://hubpages.com/hub/Gargling-Therapy
http://essential-oils.most-effective-solution.com/chamomile-sore-throat-gargle/
http://www.fortunecity.com/meltingpot/yemen/762/project/sorethroat.html