Laman

Senin, Februari 13, 2012

Fase Respon Seksual pada Wanita

Respon seksual pada wanita adalah perubahan yang terjadi pada tubuh wanita, bisa eksternal dan internal genital, sebagai respon adanya stimulasi atau rangsangan seks.

Respon Organ Seksual Eksternal
Tahapan respon terhadap stimulasi seks pada organ seksual eksternal dapat diamati dari perubahan clitoris, labia mayora dan minora serta sekresi kelenjar Bartholini. Fase eksitemen: cliroris akan memanjang dan membesar (membengkak), labia minora akan melebar keluar, labia mayora akan menjadi melebar menjauhi lubang vagina. Fase Plateu: Clitoris akan tertarik ke belakang, labio minora berwarna merah terang dan membengkak. Kelenjar Bartholini akan mensekresikan cairan. Fase Orgasme: Clitoris tetap tertarik ke dalam, masih sama seperti fase plateu. Fase Resolusi: Clitoris akan mengecil seperti saat tidak terangsang, begitu pula dengan labia minora dan mayora.



Respon Organ Seksual Internal

Tahapan respon terhadap stimulasi seks pada organ seksual internal dapat diamati dari perubahan pada vagina dan uterus. Fase Eksitemen: Vagina membasah karena ada proses lubrikasi (transudasi cairan dari pembuluh darah). Uterus terangkat ke arah atas (superior). Fase Plateau: 1/3 luar vagina mengalami bentuk orgasmik (menebal), rongga 2/3 dalam vagina melebar dan membesar. Uterus telah terangkat sepenuhnya. Fase Orgasme: Pada 1/3 luar vagina terjadi kontraksi ritmis, uterus juga berkontraksi, Otot spincter ani (otot di sekitar anus) akan berkontraksi. Fase Resolusi: Vagina dan uterus berangsur-angsur kembali ke posisi dan kondisi tenang seperti biasa.



Selasa, Februari 07, 2012

My Experimental Food: Kacang Hijau Kuah

Sebagai anak kost, walau usia sudah bukan anak-anak lagi, saya suka bereksperimen dengan memasak makanan sendiri. Kali ini tentang kacang hijau kuah, ya sebenarnya kacang hijau yang direbus lalu diberi kuah. Ternyata rasa kuah menentukan rasa kacang hijau. Kacang hijau pun dapat dimakan sebagai penghangat saat kedinginan atau penyegar saat kepanasan. Daripada beli di warung burjo 24 jam yang kadang sudah berkali-kali dipanaskan. Lebih baik rebus sendiri yang lebih terjamin dan lebih sehat. Kuahnya pun gak perlu repot… cukup beli heheh…


Kacang Hijau camilan kaya gizi

Kacang hijau merupakan sumber karbohidrat dan protein nabati. Dalam kacang terkadung vitamin dan mineral yang berguna untuk metabolisme tubuh. Tambahan lagi kacang hijau kaya akan serat, sehingga bagus untuk pencernaan. Saat ini sudah ada susu kacang hijau, namun masih mahal menurut saya. Jadi lebih baik merebus sendiri. Kacang hijau biasanya saya beli merek Tanny dalam kemasan 250 gram seharga 7000 rupiah

Kacang Hijau Kuah Nutrisari

Ya terpaksalah sebut merek. Pertama 125 gram kacang hijau direbus dalam 250 ml air, sampai tepat sebelum merekah (jadi masih berbentuk bullet utuh). Setelah matang diamkan sampai dingin atau kalau tidak sabar tiriskan dan diberi air putih. Tambahkan ½ sachet nutrisari rasa jeruk, atau sesuai selera. Dan Kacang hijau dingin kuah jeruk bisa dinikmati. Labih nikmat lagi kalau ditambah es.

Kacang Hijau Kuah Jahe

Kacang hijau 125 gram direbus sampai merekah. Lalu ke selagi masih hangat tambahkan 1 sachet jahe instan. Nah kalo yang ini lebih enak dimakan saat masih anget.

Sumber: Kacang Ijo

Tinjauan Hasil Analisis Semen Normal Secara Makroskopis

Semen atau sperma?

Semen adalah cairan putih atau abu-abu yang dikeluarkan dari uretra pada saat ejakulasi. Lalu apa beda dengan sperma? Sperma terdapat atau bagian dari semen disamping cairan-cairan lainya. Sering kali penyebutan ini manjadi rancu, menyebut sperma tapi yang dimaksud ya semen itu tadi. Mungkin sebagai majas pars pro toto ya (penyebutan sebagian sebagai wakil semuanya)..

Kuantitas dan kualitas penting sekali dalam fungsi reproduksi. Pada semen yang baik, sperma akan dapat survive, berenang dan akhirnya mencapai sel ovum di saluran reproduksi wanita. Sperma dan ovum akan bersatu dalam suatu proses yang disebut fertilisasi (pembuahan) membentuk zygot. Zygot inilah calon individu baru yang mewarisi setengah sifat ayah dan setengah sifat ibu.

Nah bagaimanakah ciri cairan semen yang baik? Kadang kala dalam evaluasi kesuburan diperiksa kuantitas dan kualitas semen dengan analisis semen. Semen yang ditampung dalam wadah akan dilihat dan diperiksa secara makroskopik dahulu dengan pengamatan mata telanjang. Nah bagaimanakah semen normal secara makroskopis?

Proses Semen Menjadi Encer (Liquefaction)

Banyak yang salah kaprah mengenai sperma encer (lebih tepatnya semen encer). Perlu dilihat dahulu apakah terjadi ketika ejakulasi atau setelahnya. Saat keluar melalui ejakulasi, jika segera diamati maka semen tampak kental dengan bagian yang menjendal (semisolid coagulated mass). Setelah beberpa menit dalam suhu ruang, semen mulai menjadi lebih encer. Proses ini disebut liquefaction yang terjadi komplet kira-kira setelah 15-60 menit. Semen menjadi lebih homogen, dan encer (watery). Mengapa semen perlu menjadi encer?Kalau tetap kental maka sperma akan susah bergerak. Sperma dapat bergerak dalam suasana cairan semen yang lebih encer.

Warna Semen Putih Abu-abu

Semen yang normal dan telah mengalami proses liquefaction akan bersifat homogen, berwarna putih abu-abu. Kemungkinan akan tampak lebih bening (less opaque) bila konsentrasi sperma sangat rendah. Warna semen yang merah kecoklatan menunjukan adanya sel darah (hemospermia). Semen dapat berwarna kuning pada pria dengan sakit kuning (jaundice) atau minum vitamin dan obat tertentu,

Volume Semen

Volume cairan ejakulat (semen) terutama berasal dari cairan vesikula seminalis (60%) dan kelenjar prostat (15%), sebagian kecil dari kelenjar bulbouretralis dan epididimidis. Volume semen yang normal minimal adalah lebih dari 2 ml dengan rentang 2-5 ml. Voume semen yang rendah bisa mengindikasikan sumbatan saluran ejakulasi, gangguan vesikula seminalis, ejakulasi retrograde (retrograde ejaculation) atau kekurangan hormone androgen. Volume semen yang terlalu banyak dapat menunjukan eksudasi aktif yang terjadi pada kelenjar yang mengalami peradangan (inflamasi).

Minggu, Februari 05, 2012

Tipe Tubuh Manusia, Gemuk, Berotot atau Kurus?

Bentuk tubuh manusia ternyata terbagi menjadi 3 tipe dasar (somatotype) yaitu tipe endomorh, mesomorph dan ektomorph. Biasanya tipe tubuh menrupakan kombinasi dari 3 kecenderungan ini dan pada tiap orang berbeda-beda komposisinya. Tipe tubuh merupakan gambaran interaksi faktor genetik dan lingkungan yang terjadi pada tubuh seseorang.





Pengaruh Faktor Genetik
Gen adalah pembawa sifat dalam diri setiap orang yang diturunkan dari kedua orangtuanya. Gen ini ada dalam setiap sel tubuh dan terkait fungsinya. Misalnya orangtua keriting maka anaknya membawa gen keriting . Gen pembawa sifat lainnya misalnya gen botak, gen gemuk, gen kurus, gen kulit coklat, gen tinggi dan sebagainya. Walaupun ada gen yang tidak termanifestasi dalam tubuh manusia tersebut jadi hanya sebagai pembawa gen saja (carrier). Gen ini adalah modal dan penentu karakter dan sifat tubuh, termasuk tipe bentuk tubuh (bodyshape) termasuk tipe gemuk atau kurus atau tengah-tengah (biasanya berotot).

Pengaruh Faktor Lingkungan
Berbeda dengan faktor gen yang merupakan sifat yang telah ada dalam diri setiap orang. Kalau faktor lingkungan, adalah apa-apa yang mempu mempengaruhi tubuh. Misalnya faktor makanan, nutrisi, olahraga dan kebiasaan hidup akan berefek terhadap tubu termasuk tipe tubuh. Suka makan, jarang berolahraga, suka olehraga jenis tertentu? Tentu mempunyai efek terhadap tubuh. Misal kalau suka olahraga lari maraton tentu tubuhnya tidak seberotot orang yang rajin fitnes/gym.



Interaksi Genetik & Lingkungan
Orang yang kurus bila olahraga membentuk otot tentu saja bisa menjadi berotot, atau kalau makan banyak bisa menjadi gemuk. Walaupun tidak semudah jika mempunyai gen yang mempengaruhi tipe tubuh. Mengapa? Modal genetik yang berbeda membuat tubuh berspon beda juga terhadap lingkungan (misal olahraga, nutrisi dan sebagainya). Yang jelas tipe tubuh bisa berubah/bergeser misalnya dari kurus (ektomorf) menjadi berotot (cenderung endomorf). Adakah contohnya? Ini nemu foto sebelum olahraga dan sesudah olahraga.



So yang dulu cenderung ektomorf karena faktor olahraga atau makan bisa jadi cenderung ke arah mesomorf.

Contoh Kasus
Nah berikut ini yang sering terjadi mengenai pergeseran tipe tubuh. Ada yang susah bergeser ada yang sulit bergeser. Sudah makan banyak tetapi tetap, makan sedikit tetap gemuk, ato udah
rajin fitnes tapi segitu-segitu aja. Hal ini kembali ke faktor genetik dan lingkungan tadi. Misal stimulasi lingkungan yang sama (misal olahraga) akan berbeda efek pada orang yang mempunyai gen ke arah endomorp atau ektormoph atau mesomorph.



Dan berotot pun juga kadang tidak mengubah penampakan tubuh (bodyshape) secara umum. Hasil akhir dari olahraga pembentukan otot pun juga ternyata bisa berbeda sesuai dengan tipe tubuh. So yang memang olahraga tertentu seperti binaraga lebih cocok pada orang dengan tipe mesomorf karena lebih mudah terbentuk dan V-shape istilahnya. Kenapa? Karena walaupun komposisi lemak dan otot bisa diubah namun ada hal hal yang tidak bisa diubah dengan olahraga. Misalnya rangka (tulang) yang menentukan lebar bahu, tingga badan dan lebar panggul. Tulang, berhenti tumbuh memanjang setelah usia tertentu.

Ah nevermin, apapun tipe tubuh gak masalah, yang penting sehat :D

Sumber: Get This Ripped, Fitwhey