Laman

Minggu, Februari 05, 2012

Efek Samping Suntikan atau Injeksi Testosteron

Androgen (testosteron), merupakan jenis hormon steroid yang seringkali disalahgunakan dalam dunia olahraga. Penyalahgunaan artinya menambahkan suplemen hormon dari luar tanpa adanya indikasi medis. Pengguna umumnya adalah pada jenis olahraga seperti binaraga atau fitness untuk membentuk tubuh berotot (body building). Testosteron berefek memacu pembentukan otot pada pria (muscle anabolic) sehingga otot lebih cepat besar. Para olahragawan yang tidak sabar dengan proses alami banyak yang memutuskan mencoba menggunakan tambahan testosteron dari luar. Biasanya bentuk tambahan itu adalah suntikan atau injeksi testosteron (misal sustenon), yang lebih efektif daripada lewat obat minum.



Efek jangka pendek memang terbukti bahwa suntikan testosteron meningkatkan massa otot secara signifikan. Akan tetapi, efek samping suntikan testosteron jangka panjanglah yang sangat menakutkan. Apakah itu?



So, bagi yang sedang berpikir-pikir akan melakukan tambahan testosteron melalui suntikan testosteron, sebaiknya batalkan saja. Risikonya lebih besar dan berjangka lama daripada sebuah "penampakan" yang berotot dan perkasa. Apalah artinya tampilan luar kalau dalamnya "remuk"? Walaupun ada regimen-regimen pemberian testosteron yang katanya tidak lagi berefek samping, atau ada yang bisa mem"wash-out" efek samping testosteron, saya ndak percaya bisa secara total. Kecuali ada yang berani menjamin :D

Satu lagi, sekali mencoba dan melihat efek steroid terhadap pembentukan otot... susah untuk berhenti aka kecanduan (steroid addiction)

Sumber: ESPN
Anabolic Steroid

Jumat, Februari 03, 2012

Fungsi dan Efek Testosteron

Hormon Testosteron pada pria sebenarnya sudah berfungsi sejak lahir yaitu penentuan jenis kelamin saat dalam kandungan dan proses turunnya testis (descendensus testis) dari rongga abdomen ke skrotum. Selanjutnya, hormon ini memegang peranan penting dalam kekhasan struktur dan metabolisme tubuh pada pria. Fungsi dan efek testosteron paling mudah diamati saat usia pubertas, ketika terjadi berbagai perubahan tubuh pria karena peningkatan kadar hormon.

Perkembangan organ seksual pria
Testosteron menyebabkan bertambahnya ukuran penis, skrotum dan testis bahkan sampai delapan kali lebih besar. Pertumbuhan dan perkembangan ini terjadi pada usia sebelum 20 tahun.


Distribusi rambut tubuh
Testosteron menyebabkan tumbuhnya rambut pubis, pola rambut dari pubis ke atas sampai pusat (umbilikus), rambut di wajah, dada dan bagian lain tubuh seperti punggung (jarang). Testosteron juga menyebabkan rambut yang tumbuh di berbagai bagian tubuh menjadi lebih tebal (prolific).

Kebotakan Pria
Testosteron menghambat pertumbuhan rambut pada puncak kepala. Kadar testosteron yang tinggi menyebabkan kebotakan khas pria (androgenetic alopecia). Mengapa tidak semua pria botak? Hal ini disebabkan terjadinya kebotakan khas pria dipengaruhi oleh adanya 2 faktor utama yaitu faktor genetik kebotakan dan tingginya kadar testosteron.

Perubahan suara
Ketika usia pubertas, terjadi hipertrofi mukosa laring dan penebalan laring. Suara pada awalnya akan terdengar "pecah" karena transisi dari anak-anak, namun kemudian akan berubah stabil menjadi suara pria dewasa.



Penebalan kulit dan timbulnya jerawat
Testosteron menyebabkan penebalan kulit dan peningkatan sekresi kelenjar lemak yang berkontribusi terhadap munculnya jerawat. Hal ini terutama terjadi di awal usia puber. Setelah beberapa tahun terpapar tingginya testosteron, kulit akan beradaptasi sehingga tidak lagi banyak jerawat pada usia dewasa.



Peningkatan pembentukan protein tubuh dan pembentukan otot
Testosteron akan meningkatkan pembentukan protein struktural tubuh di berbagai bagian tubuh pria termasuk laring dan jaringan otot. Penambahan massa otot ini sangat signifikan sehingga pada laki-laki mengandung 50% lebih banyak otot tubuh dibanding wanita. Efek peningkatan sintesis otot ini membuat testosteron banyak disalahgunakan oleh atlet untuk meningkatkan kekuatan dan penampilan otot. Efek jangka panjanglah yang seringkali berdampak negatif.

Peningkatan matriks tulang dan retensi kalsium
Tetosteron dengan efek anaboliknya meningkatkan deposisi kalsium di tulang dan meningkatkan ukuran matriks tulang. Hal ini menyebabkan peningkatan massa dan ukuran tulang termasuk tulang vertevra dan tungkai. Sesuatu yang dapat dilihat dengan mudah yaitu pertambahan tinggi tubuh dan pembentukan panggul khas pria. Walaupun begitu testosteron juga meningkatkan kecepatan penutupan epifisis tulang. Hal ini akan membatasi pertumbuhan memanjang dari tulang. Jadi ada 2 hal penting efek testosteron terhadap tinggi badan yaitu percepatan dan juga pembatasan memanjangnya tulang.

Peningkatan Metabolisme Basal
Usia puber dan dewasa muda, testosteron yang diproduksi testis membuat metabolisme basal tubuh lebih tinggi sampai 5-10% daripada bila testis tidak aktif. Peningkatan ini berari aktivitas sel yang lebih tinggi yang lebih banyak membutuhkan energi.

Peningkatan sel darah merah'hemoglobin
Testosteron berefek menstimulasi pembentukan sel darah merah yang mengandung hemoglobin sehingga pada pria kadar hemoglobin akan lebih tinggi dari wanita. Hal ini diduga cenderung secara tidak langsung via peningkatan kecepatan metabolisme tubuh daripada efek langsung testosteron di sumsum tulang.

Peningkatan volume cairan tubuh
Pada usia pubertas terjadi peningkatan komposisi cairan darah dan ekstraseluler sampai 5-10% dibanding sebelumnya. Testosteron mempunyai efek retensi natrium dan air di tubulus ginjal, walaupun secara penelitian efeknya hanya kecil.

Produksi Hormon Androgen Pria dan Wanita

Androgen adalah istilah bagi setiap hormon steroid yang memiliki efek maskulinisasi. Androgen dihasilkan di berbagai tempat di tubuh tapi paling banyak adalah di testis. Pada pria rerata kadar hormon androgen harian sekitar 6-8 mg/dL sedangkan pada wanita lebih sedikit yaitu 0,5 mg/dL.
Androgen: A male sex hormone that promotes the development and maintenance of the male sex characteristics. The major androgen is testosterone. (MedTerm)

Androgen (AN-dro-jen) Testosterone or a related steroid hormone. Stimulates somatic changes at puberty in both sexes, adult libido in both sexes, development of male anatomy in the fetus and adolescent, and spermatogenesis. (Saladin)
Testis adalah penghasil androgen utama yaitu testosteron
Testis menghasilkan hormon androgen yang terdiri dari testosteron, dehidrotestosteron dan andronesdion. Jumlah testosteron paling banyak sehingga testosteron menjadi hormon androgen yang paling utama. Testosteron termasuk hormon steroid yang pembentukannya membutuhkan substrat kolesterol. Asupan lemak yang cukup berperan dalam sintesis testosteron yang memadai. Testosteron dibentuk oleh sel interstitial Lyedig di dalam testis.



Selain di testis androgen juga diproduksi di kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal (zona retikularis) menghasilkan setidaknya 5 hormon androgen yaitu dehydroepiandrosterone sulphate (DHEAS), dehydroepiandrosterone (DHEA), androstenedione (A), testosterone (T), dan dihydrotestosterone. Paling tinggi kadarnya terutama dehidroepiandrosteron sulphate dan dehidroepiandrosteron (DHEA). Pada target sel setelah keluar dari adrenal, DHEA diubah menjadi testosteron yang mempunyai efek maskulinisasi yang lebih poten. Hormon androgen adrenal mempunyai sedikit efek maskulinisasi bagi tubuh yaitu kurang dari 5 % pada pria dewasa. Pada wanita, walaupun sedikit adrogen adrenal merupakan sumber utama yang mensuplai 50% kebutuhan androgen tubuh.

Androgen wanita terutama dihasilkan kelenjar adrenal
Tubuh wanita juga mensintesis androgen, karena tidak punya testis, androgen terutama dihasilkan pada kelenjar adrenal. Androgen yuang dihasilkan mempunyai efek maskulilinisasi yang meinimal misalnya merangsang pertumbuhan rambut pubis dan ketiak. Ovarium juga menghasilkan androgen walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit. Pada sel target, androgen akan diubah menjadi testosteon yang lebih mempunyai efek maskulinisasi.



Androgen meningkat kadarnya saat pubertas
Androgen kadarnya meningkat saat pubertas baik pada pria dan wanita yang menstimulasi tumbuhnya rambut pubis dan peningkatan libido (hasrat seksual). Pada saat puber, testis semakin banyak menghasilkan hormon testosteron. Pada wanita selain androgen, hormon yang sangat meningkat karena aktivnya ovarium adalah estrogen.

Source: Androgen in Women

Rabu, Februari 01, 2012

Memahami Cara Penularan Konjungtivitis, Beleken, Mata Merah karena Infeksi Bakteri

Konjunctivitis adalah peradangan pada konjungtiva yaitu selaput luar mata yang membungkus mata bagian depan (konjuctiva bulbaris) dan bagian kelopak mata (konjuctiva palpebralis). Dalam bahasa jawa disebut juga dengan istilah mata beleken karena bertambah banyaknya kotoran mata (jawa:blobok). Penyakit peradangan konjungtiva disebut konjungtivitis. Penyebab peradangan ini diantaranya berupa infeksi virus dan bakteri, trauma mekanis (kelilipan, kemasukan debu)



Gejala dan Tanda
Konjungtivitis secara umum ditandai dengan bagian putih mata menjadi berwarna merah karena terjadi pelebaran pembuluh darah. Mata bisa terasa nyeri atau gatal sehingga banyak yang tidak dapat menahan diri untuk mengucek atau menggaruk mata. Yang jelas pada konjunctivitis murni yang belum komplikasi tidak akan terjadi kekaburan penglihatan. Mata dapat mengeluarkan sekret yang purulen (kuning kental, blobok) atau mukus (nrocos, putih kental). Sekret atau kotoran mata yang berlebihan dan berwarna kuning kental menunjukan infeksi bakteri. Bila karena alergi atau virus biasanya sekret yang berlebihan tidak berwarna kuning atau kehijauan.

Penularan Konjungtivitis Bakterial
Bakteri terdapat pada sekret mata dan dapat menular melalui kontak langsung atau tidak langsung, misalnya lewat tissue atau barang yang terkontaminasi sekret. Penderita harus berusaha agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Begitu juga orang yang berinteraksi dengannya, harus mengetahui cara-cara penularan konjungtivitis sehingga bisa melindungi diri.

Memakai kacamata
Hal yang paling umum adalah penderita memakai kacamata. Hal ini logis bila ditakutkan gerakan mengedip dapat menyebabkan percikan sekret yang akan menulari orang lain. Kacamata juga mencegah iritasi mata lebih lanjut karena hembusan angin.

Memakai masker
Hal yang jarang disadari adalah bahwa penularan konjungtivitis bakterial bisa lewat percikan ludah atau bersin yang terkontaminasi bakteri dari sekret mata. Mengapa hal ini terjadi? Karena terdapat saluran yang menghubungkan antara rongga mata dengan rongga hidung, sedangkan rongga hidung juga berhubungan dengan rongga mulut. Bila sekret mata yang mengandung banyak bakteri mengalir juga ke hidung dan mulut maka penularan juga terjadi saat mata seseorang terkena percikan ludah saat berbicara atau saat penderita bersin.

Jangan mengucek atau menyentuh mata
Penderita atau bahkan orang sehat disarankan tidak menyentuh atau mengucek mata dengan jari tangan. Kedua hal ini dapat meningkatkan risiko iritasi dan juga kontaminasi tangan terhadap bakteri. Bila tangan menyentuh atau memegang benda-benda lain maka bbakteri juga akan berpindah ke tempat tersebut. Misalnya saja penderita setelah mengucek mata bersalaman dengan seseorang, maka orang tersebut tangannya akan terkontaminasi. Jika dia menyentuh mata sendiri dengan tangan maka bakteri bisa berpindah dan akhirnya tertular.

Rata Tengah

Membersihakan sekret dengan cara yang benar

Membersihkan sekret mata atau blobok dengan cara yang benar yaitu dengan tissu yang bersih Tissu bisa dibasahi dengan air matang agar lebih mudah menyapus sekret. Yang terpenting tissu langsung dibuang ke tempat sampah atau dikumpulkan di tempat yang aman karena sudah terkontaminasi. Prinsipnya adalah jangan membersihkan blobok dengan jari tangan secara langsung dan segera mencuci tangan jika diduga terkena sekret mata. Hal ini adalah tindakan pencegahan penularan konjungtivitis ke orang lain.

Pada umumnya konjungtivitis bakterial memerlukan obat antibiotik salep mata, tetes mata atau kombinasi dengan diminum. Terkadang dokter juga memberikan obat antiradang dan antinyeri. Yang perlu dicatat bahwa tidak semua mata merah adalah konjungtivitos, penyakit lain misalnya glukoma akut juga bergejala mata merah.